#Dear Mama,

Apa kabar Mama di sana? Sudah ketemu Papa, Ma? Apa kabarnya Papa di sana? Aku inget ketika minggu-minggu terakhir Mama ada di antara kita, Mama selalu dengerin lagu-lagu Ambon kesukaannya Papa. Waktu itu Mama sempat bilang,”denger lagu ini, seperti ada Papa di sini.” Aku ngga ngerti kalau sebetulnya saat itu Mama sedang amat sangat kangen sama Papa. Sama seperti aku, Ma. Tapi aku ngga pernah berani bilang Mama kalau aku juga kangen Papa.

Mama,

Ketika seminggu sebelum Mama pergi aku merasa ada yang aneh sama Mama, saat itu aku ngga nyangka kalau itulah panggilan terakhir dari Mama untuk aku supaya pulang ke rumah. Ada keanehan lain yang aku rasain di satu minggu sebelum kepergian Mama yang ngga berani aku ungkapkan saat itu. Ketika adzan Magrib terdengar, aku ngga liat Mama di dekat aku. Aku panggil-panggil Mama berkali-kali dengan perasaan was-was, seperti ada rasa takut kehilangan Mama. Aku baru merasa lega ketika aku denger suara Mama ada di lantai atas rumah kita. Rumah yang Papa & Mama bangun susah payah untuk kita semua.

Mama,

Ketika aku nulis surat ini untuk Mama, hari masih pagi dan gerimis. Dan aku baru memantapkan hati memilih satu judul untuk skripsi aku. Iya Ma, sekarang aku sudah mulai proses menulis skripsi aku supaya aku bisa cepat selesai dan jadi seperti yang Mama & Papa mau. Satu langkah lagi, Ma! Ah ya, andai Mama masih ada pasti aku sudah berulang kali minta do’a restu dari Mama supaya skripsiku ini bisa selesai dengan lancar dan tepat waktu. Andai Papa masih ada pasti aku sudah berulang kali diskusi sama Papa untuk membahas isi dari skripsiku ini.

Mama,

Aku janji, aku akan berusaha sekuat dan semampu aku untuk menyelesaikan skripsiku dengan sebaik-baiknya. Akan aku kerahkan seluruh kemampuan aku agar skripsiku ini bisa selesai tepat waktu. Aku ngga sabar untuk mewujudkan harapan Papa & Mama agar aku jadi seperti yang Papa & Mama inginkan. Maafin aku ya Ma karena belasan tahun aku tunda semua harapan Papa & Mama dengan lebih memilih bekerja setelah lulus kuliahku dulu.

Sudah dulu ya Ma, aku harus siap-siap ke kantor. Salam sayang aku untuk Papa ya Ma. Aku kangen, sungguh-sungguh kangen Papa & Mama.

Love,

~Meity~

About these ads