Archive for March, 2011

Kepada Lelaki di Cafe Seberang

Kepada Lelaki yang tak pernah berhenti merokok, yang selalu kusut dengan rambut gondrong dan pakaian yang seperti tak tersentuh setrika, dan ponsel yang selalu ada di telinga…

Ini aku; perempuan yang selalu duduk di seberang tempat kamu berdiri, bercakap-cakap sendiri dengan seseorang di ujung ponsel yang membuatmu tak berhenti mengoceh.

Ini aku; perempuan yang selalu duduk memerhatikanmu hilir mudik begitu sibuknya, sibuk dengan batang-batang rokok yang kotor tercecer di dalam asbak rokok, di atas meja sebuah cafe yang setiap hari kamu kunjungi itu.

Ini aku; perempuan yang diam-diam memujamu dalam setiap hela nafasnya, yang hafal sekali dengan minuman favoritmu — secangkir kopi yang kau campur dengan beberapa tetes air susu dan sedikit gula, yang hampir tak bisa bernafas saat beberapa perempuan cantik datang menyapamu, mengecup pipimu, membelai nakal rambut yang terjatuh di atas dahimu, dan kamu tertawa bersama sambil mencubit ujung hidungnya. Read more…

Advertisements

Dear, Someone… #1

Dear my Someone,

I love it when you smile.

Senyummu itu lho, seperti senyuman para Dewa. Senyum yang hangat. Sehangat sinar mentari yang bisa melelehkan semangkuk es krim. Dan aku, adalah es krim yang tergeletak pasrah di bawah terik matahari itu. Meleleh karenamu. Oleh senyummu.

Ok, I’m maybe over reacting, but I mean it when I say how gorgeous your smile is. Nobody has that kind of smile. Senyum yang bisa melelehkan hati itu tadi. Senyum spesialmu. Read more…